HilaryDeatonPhotography

I do live in a beautiful place with beautiful scenery, but I cannot help but miss the sun. I lived in Reno, NV for a year a few years ago and became accustomed to the sun’s glorious rays. This is the time of year in Northwest Oregon when the rain becomes almost unbearable and I found myself wistfully remembering the warmth of Nevada. Nevada is where I discovered my love for photography.

These are a few of my older photos. As you can tell I was vignette-happy, not that that has changed much. Haha! 🙂 Anyways, I thought I would share a few of my beginning photos. These range from the spring of 2009 to the winter of 2010 and are not in order. Some were taken in Nevada, some in Washington and some in Portland, OR.
........................

View original post

storyline? “kisah si wanita berlangit kelabu” (#4)

Dengan tekad bulat, ku pergi mencari lelaki berlangit indah itu. Kucari sosok itu disetiap sudut -sudut langit yang pernah kami singgahi. Hingga kutemuken sedikit jejak itu, jejak langit yang selalu kupuja karena keindahannya. Tapi aneh, sesuatu telah berubah pada warna jejak itu namun sulit tuk dipastikan. Kutelusuri terus jejak yang tertinggal sampai aku tiba di sudut itu, sudut yang kau bilang benci. Disana kau tidak sendiri. Bersama seorang wanita berlangit sama, kau tertawa. Tawa yang tak pernah kulihat. Tawa bahagia. Tawa bebas. Hatiku meringis melihat sosok itu. Dia perlahan menangis saat sadar sesuatu yang aneh itu, bahwa lelaki yang kami bilang berlangit indah itu sebenarnya adalah lelaki berlangit paling kelam. Ironis sekali.

storyline? “kisah si wanita berlangit kelabu” (#3)

Peperangan batinku terus berlanjut. Hingga suatu saat langit senja menyapa, “hei, mengapa kau terus berada dalam langit kelabumu? tidakkah kau lelah?” ku menjawab “lelah, sangat lelah. tapi aku bingung harus berbuat apa. Haruskah ku cat langitku tuk kembali berwarna seperti dulu?” kau jawab “jangan bodoh! Kau tahu pasti apa yang seharusnya kau lakukan. Jika kau terus seperti ini, jangan pernah menyesalinya kelak”, aku membisu. Langit senja berkata lagi “tidakkah sebaiknya kau menemui lelaki yang kau bilang berlangit indah itu sekali lagi? pastikanlah hatimu untuk segera melepasnya”. Ku masih terdiam membisu hingga langit pergi digantikan gelap gulita.

Langkah Satu Menuju Hari Baru

11-02-2013
Senin sore, hujan rintik turun basahi bumi Bandung. Apakah dia menangisi hari baruku yang akan segera datang? Entahlah. Awan gelap itu kerap datang saat senja, dimana langit membiru layaknya samudra tak lagi terlihat di sepasang mata ini. 6 jam lagi, aku harus melangkah maju, menuju angka kedewasaan, menuju sebuah jalan baru, hidup baru. Bolehkan bila saat-saat ini aku lewati dengan mengintip kotak kecil di sudut hati, yang menyimpan jeritan hati 3tahun ke belakang ini? Boleh kan? Boleh ya? Ku ingin berjanji bahwa setelah 6 jam yang kulewati ini, tidak akan ada lagi diri ini yang berdiam diri menonton semua yang terjadi, kan kuhadapi, kan aku selesaikan semua perkara yang terjadi dengan wajah tanpa raut sedih. aku muak dengan semua rasa kecewa, muak dengan segala ingkar janji, muak dengan segala muka yang mereka beri, muak dengan diri ini yang tak tahu harus berbuat apa. tahun kemarin adalah tahun terberat untuk hatiku. terlalu banyak penggkhianatan disana, kasihan ia harus menanggung segala jeritan yang disembunyikan. tolong, kupinta hari ini saja, aku ingin meraung sepuas hati meratapi kejadian-kejadian itu. merasakan kekecewaan, kesedihan yang sudah meluap-luap tak terkendali. yaAllah, pintaku tahun ini dan tahun-tahun berikutnya adalah hanya agar mereka yang berkhianat segera disadarkan atas perbuatan mereka. agar mereka tahu, bahwa perbuatan mereka telah menyakiti begitu banyak hati manusia tak bersalah. dan maafkanlah dia, imam keluargaku yaAllah. hei Kekasihku, tak bisakah kurasakan suasana saat-saat itu lagi? canda-tawa saat itu lagi? kebersamaan yang pernah kami lewati? aku capek terus melihat keadaan yang sangat aku benci ini. ingin rasanya segera melarikan diri ke sudut dunia, tapi apa daya itu takkan membuahkan hasil apapun. mata bulat jelek ini sudah semakin jelek dengan membengkak dan memerah kian hari. sudah cukup hati bernanah menahan rasa sakit. berilah aku segenap kekuatan tuk mengawali hari baru dengan menyembuhkan segala luka yang hadir. pintaku tahun ini. aamiin.

ps: tulisan jelek, cerita ga nyambung, maafin aja deh ye ._.